Masyarakat Tirtomoyo " Melek IT", Apa Manfaatnya?

>> 5.1.09

Buat kawan2 TIO online

Sebagai tambahan sharing experience sebelumnya saya coba sharing tentang apa saja yang mungkin terjadi saat masyarakat TIO Melek IT. Kita semua dalam TIO online mempunyai mimpi, setelah kita memberikan sosialisasi IT secara praktis  kepada paraguru, kemudian secara bertahap kepada siswa, pegawai kecamatan,organisasi kepemudaan,pengusaha dll maka yang terjadi adalah di satu sisi sebuah masyarakat yang "haus" akan akses TIK. Di sisi yang lain "point of access" akan sangat terbatas karena belum semua masyarakat yang tahu&perlu IT mempunyai komputer/HP untuk mengakses. Maka kejadianya akan seperti saat tahun 1996,disaat masyarakat TIO belum ada telepon, namun kebutuhan akan sarana tsb telah adakarena sebagian besar usia produktif TIO merantau sehngga dibutuhkan sarana komunikasi yang lebih cepat dan realtime antara orang tua dengan anaknya. Maka waktu itu ada pelaku usaha yang
menangkap sebuah peluang bisnis dengan mendirikan wartel di terminal pasar TIO. Ketika wartel tsb dibuka, animo masyarakat untuk menggunakannya sungguh luar biasa. Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama keberadaan wartel tsb sudah menyebar luas seantero TIO. Saya masih ingat betapa Bapak harus selalu antri untuk menelpon saya ketika itu. Seperti bola salju Masyarakat sepertinya langsung teredukasi secara mandiri&masif tentang apa manfaat&bagaimana menggunakan wartel tsb. Seperti biasa sebagai pionir, wartel tsb punya ciri:
1. Menggunakan Teknologi satelit( VSAT)
2. kualitas suara belum bagus(echo,kemrosok)
3. harganya mahal.
Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama banyak wartel bermunculan di TIO dengan menggunakan teknologi yang beragam walapun masih berbasis akses radio,kualitas suara yang semakin baik&harga yang lebih murah sesuai hokum pasar(suply&demand). Hingga saat ini saya tidak tahu lagi jumlah wartel yang ada di TIO dan bahkan sekarang mungkin sudah mulai berguguran karena masuknya GSM yang memungkinkan semua orang secara personal dapat memiliki&menggunakanya dengan harga yang terjangkau. Dan kita mungkin perlu memberikan apresiasi kepada pelaku usaha  wartel yang pertama tersebut, karena tanpa keberanian beliau untuk memulai berinvenstasi, mungkin tidak secepat itu masyarakat TIO mengenal&menggunakan telepon untuk komunikasi dan akhirnya menyebabkan multiplier efect yang salah satunya adalah munculnya sektor baru dalam hal usaha&lapangan kerja. Siklus&proses alami seperti itulah yang kita harapkan ke depan setelah masyarakat TIO melek IT. Kita berharap ada pelaku usaha yang menjadi pionir usaha warnet di TIO, awalnya akan menggunakan teknologi satelit/selular/radio dengan kecepatan yang terbatas&harga yang mahal kemudian masyarakat akan teredukasi secara mandiri&masif,kemudian akan bermunculan banyak warnet dengan membawa teknologi yang beragam,kecepatan yang lebih baik&harga yang lebih murah. Dan pada saat itulah TIK benar-benar dapat dirasakan secara real manfaatnya bagi masyarakat karena turut menggerakkan ekonomi masyarakat TIO. Proses semacam ini sudah sering saya rasakan di tiap daerah yang dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat Melek IT, dari mulai ujung kulon pulau jawa s.d ujung selatan jawa barat. Kalau kita kaitkan dengan hasil  survey ITU (International Telecommunication Union) menyampaikan bahwa pertumbuhan 1% sektor telekomunikasi(termasuk di dalamnya TIK di suatu daerah akan menaikkan 3% pertumbuhan ekonomi daerah tsb. Terakhir, secara personal yang lebih penting dari itu semua adalah semakin dekatnya kita dengan kampung halaman tempat kita dibesarkan, dengan hanya sentuhan jemari akan hadir kampung halaman dalam layar datar di depan kita. Dan kita dapat berinteraksi&berdiskusi dengan seluruh elemen masyarakat TIO dalam ruang datar yang kita ciptakan. - (Gunawan Edi Wibowo)

1 komentar:

Anonim 07:17  

Ya, mungkin karena itu

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP